Sejarah

Berawal dari persahabatan Aa Eris Teguh Ismawan alias Ki Jalak alias Kidang Pasoendan bersama Aa Tisna Rayadi pada tahun 1989. Lalu pada masa SMA 1992 bersahabat dengan Aa Bekti Subagja dan Om Pian Sopyan pada tahun 1993. Pada tahun 2006 mulai bersahabat dengan Aa Iman Kadarusman.

Dari eratnya persahabatan itu dan juga atas dukungan dari Pangeran Harman Raja Kaprabon untuk meneruskan Tarekat Paguron Kacirebonan. Karena itu Aa Eris Teguh Ismawan diangkat sebagai wakil Maha Guru pada tahun 2010. Namun Aa Tisna Rayadi meminta kepada Aa Eris Teguh Ismawan untuk menolak pengangkatan dan penetapan sebagai wakil Mahaguru Tarekat Kacirebonan.

Berjalannya waktu pada tahun 2012-2013 dan setelah Mahaguru Abah Rd. Haji Samsi Kantasasmita atau lebih dikenal Mama Tjitji wafat maka nama kumpulan itu baru dimunculkan dengan menggunakan nama Pangauban Raksa Bhuwana. Nama perkumpulan itu dikonfirmasikan kepada Ki Sam’ani Natakusumah, Abah Bustomi dan Pangeran Harman.

Nama Pangauban Raksa Bhuwana ditolak oleh Ki Sam’ani Natakusumah, lalu oleh Aa Eris Kidang Pasoendan diusulkan dengan nama Pangauban Rasa Bhuwana. Ki Sam’ani Natakusumah menyetujuinya, semenjak itu mulailah ditetapkan.

Selepas ditetapkannya nama Pangauban Rasa Bhuwana dan disetujui oleh Ki Sam’ani Natakusumah maka Aa Eris Teguh Ismawan, Aa Tisna Rayadi, Aa Iman Kadarusman, Aa Bekti Subagja dan Om Pian Sopyan mengucapkan ikrar di Batutulis Ciaruteun.